Punya Rumah Atau Apartemen Kosong Mau Disewakan, Ini Tips Dan Triknya!

JawaPos.com – Memiliki rumah atau apartemen yang tak ditinggali sayang jika dibiarkan tanpa ada yang merawat. Lebih baik disewakan. Disamping ada yang merawatnya, juga diuntungkan dengan mendapatkan harga sewa.

Mengutip situs resmi rumah123.com, terdapat tips dan trik agar cepat mendapatkan penyewa.

1. Pastikan rumah atau apartemen benar-benar bersih. Jika perlu cat ulang dinding agar terlihat lebih menarik. Jika ada kerusakan, sebaiknya diperbaiki.

2. Meskipun bangunan rumah atau apartemen yang sudah cukup tua usianya, tapi penyewa akan lebih tertarik pada kondisi dan suasananya yang bersih dan rapi. Makanya sebisa mungkin lakukan renovasi kecil pada rumah atau apartemen yang mau disewakan itu kalau usia bangunannya sudah tua.

3. Lengkapi pengetahuanmu tentang berbagai keunggulan properti yang akan disewakan, juga kawasan di sekitar properti tersebut. Dengan gitu, bisa memberikan penjelasan yang komprehensif kepada calon penyewa jika dia bertanya.

4. Jangan pasang harga sewa terlalu tinggi, meskipun emang masih terbuka untuk dinegosiasikan. Sebagian calon penyewa mengambil sikap malas menawar jika harga pembukaannya aja udah terlalu tinggi.

5. Jangan kaku soal waktu calon penyewa berkunjung karena penyewa pun mungkin memiliki keterbatasan waktu untuk berkunjung.

(mys/JPC)

Mau Beli Rumah Tanpa KPR? Ini Salah Satu Caranya!

JawaPos.com – Kebanyakan anak muda belum terlalu serius untuk berpikir kebutuhan membeli rumah. Padahal, di usia muda justru kesempatan untuk mengumpulkan dana membeli aset properti yang harganya tak akan turun, bahkan semakin naik.

Selagi pendapatan masih besar tanpa harus memikirkan tanggungan atau belum menikah, jadi hindari hari esok dimana harga rumah semakin melangit. Kebutuhan membeli rumah saat muda yaitu maaf mencicil yang lebih panjang sekitar 20 atau 30 tahun. Jika mulai mencicil di usia 40 tahun, bank pemberi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) cuma kasih waktu mencicil paling lama 15 tahun. Nominal cicilannya juga lebih mahal pastinya.

Mengutip situs resmi rumah123.com, bagi yang tidak suka membeli rumah dengan cara mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bisa dengan menabung. Namun, menabung saja tentu tidak cukup lantaran harus berpacu dengan laju inflasi dan kenaikan harga rumah. Maka, diperlukan investasi untuk mewujudkannya.

Mau Beli Rumah Tanpa KPR? Ini Salah Satu Caranya!Ilustrasi pengembangan rumah menengah (Istimewa)

Namun, Kalau belum terlalu yakin dengan jenis-jenis investasi, yang paling gampang dan prospeknya bagus ya investasi emas LM (Logam Mulia). Dengan kadar emasnya 99,9 persen (emas murni), sehingga kenaikan harganya lebih mantap di masa depan.

Ada 3 langkah berikut ini yang bisa dilakukan dengan konsisten maka kamu akan bisa beli rumah selagi muda:

1. Sisihkan 20 persen penghasilan.

Usahakan selalu menyisihkan 20 persen dari nominal gaji bulanan untuk dana beli rumah sejak mendapat gaji pertama. Tapi, kalau gaji pertama udah lewat jauh ya mulai dari gaji bulan ini juga tak masalah. Pisahkan dana ini dari pengeluaran harian. Bisa membuat rekening khusus untuk tabungan ini atau menyimpannya di tempat yang paling aman.

2. Setelah tabungan di langkah pertama terkumpul cukup banyak, segera konversikan dananya ke emas. Kalau dana tabungan, semisal sudah mencapai Rp5 juta, maka bisa menggenggam sekitar 7 gram emas LM. Kalau Rp10 juta ya sekitar 14 gram emas LM.

Harga emas cenderung lebih stabil dibanding nilai tukar mata uang. Ketika perekonomian suatu negara sedang tidak stabil dan mata uangnya terpengaruhi, nilai emas tidak akan terpengaruh secara signifikan.

Selain itu, dengan asumsi pertumbuhan emas yang 15-20 persen dan properti yang 10-15 persen, artinya emas yang dikumpulkan akan lebih cepat naik nilainya dibandingkan dengan harga rumah.

3. Laksanakan secara rutin dan disiplin.
Kalau investasi dalam bentuk emas LM sudah mencukupi nilainya untuk membeli sebuah rumah, maka segeralah mensurvei pasar properti untuk menemukan rumah yang harganya sesuai dengan nilai emas LM yang kamu punya.

Carilah lokasi rumah yang strategis, bila mungkin yang dekat dengan kampus atau pusat bisnis semisal pertokoan agar harga tawarnya akan jauh lebih tinggi ketika kamu ingin menjualnya kembali suatu hari nanti.

(mys/JPC)

3 Lajur Tol Cikampek Ditutup Mulai Besok, Ini Jalan Alternatifnya

JawaPos.com – Operator jalan tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyampaikan, mulai hari besok atau Selasa (17/7) akan dilakukan penutupan lajur, yaitu tiga lajur Arah Cikampek (lajur 4, 3 dan 2) dan tiga lajur arah Jakarta (lajur 4, 3 dan 2). Pihaknya akan menggunakan launcher gantry sebagai alat erection steel box girder dengan launcher gantry pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

Pemimpin Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Iwan Dewantoro menjelaskan, pelaksanaan komisioning erection steel box girder dengan launcher gantry termasuk dalam kategori pekerjaan dengan risiko tinggi.

“Penutupan lajur dilakukan saat window time yaitu antara pukul 21.00-05.00 WIB. Hal tersebut dilakukan demi keamanan dan keselamatan kerja untuk pekerja proyek dan demi keamanan dan keselamatan lalu lintas bagi pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/7).

Sebelumnya, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated sudah menggunakan tandem crane untuk kegiatan serupa.

Salah satu lokasi pengerjaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dengan menggunakan launcher gantry yang merupakan median Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting dari Bekasi Timur ke arah Tambun, sehingga untuk memastikan keamanan dan keselamatan akan dilakukan kegiatan komisioning erection steel box girder dengan launcher gantry.

“Maksud dari pelaksanaan komisioning adalah pengujian atau melakukan pengujian operasional suatu pekerjaan secara real/nyata maupun secara simulasi untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku, regulasi, kode dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Iwan.

Adapun rencana keseluruhan pelaksanaan erection steel box girder dengan launching gantry tersebut secara pararel dijadwalkan di tiga lokasi median Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting yaitu dari Bekasi Barat ke Bekasi Timur, Bekasi Timur ke Tambun, dan Cikarang Barat ke KM. 39 (bulan Agustus 2018). Secara keseluruhan pekerjaan erection steel box girder dengan launcher gantry dijadwalkan selesai pada akhir bulan Desember 2018.

Pihkanya meminta maaf jika terdapat hambatan lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk tiga arah di sekitar Bekasi Barat sampai Tambun, dan arah sebaliknya selama kegiatan berlangsung.

Iwan mengimbau kepada pengguna jalan untuk dapat mengantisipasi perjalanannya, dan jika terjadi kepadatan maka pengguna jalan dapat menggunakan jalur alternatif.

“Beberapa jalur alternatif menuju Cikampek yang dapat digunakan pengguna jalan tol yang sudah berada dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat keluar ke jalan arteri melalui Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat dan kemudian masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibitung, demikian pula dari arah yang sebaliknya,” jelasnya.

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang membentang di Ruas Cikunir-Karawang Barat merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung. Jalan tol sepanjang kurang lebih 38 Km dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Jalan layang Cikampek.

(mys/JPC)

Jokowi Minta Rest Area Tol Kartasura-Sragen Perbanyak Jual Telur Asin

JawaPos.com – Satu per satu pembangunan ruas tol trans-Jawa yang tersisa mulai rampung. Sejak kemarin sore (15/7), masyarakat Solo hingga Sragen sudah bisa menjajal ruas tol Solo-Ngawi segmen Kartasura-Sragen. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin terbang ke Boyolali untuk meresmikan pengoperasian segmen itu.

Sebelumnya, jalur sepanjang 35 km itu beroperasi secara fungsional saat masa mudik Lebaran dan dinyatakan layak beroperasi. “Ini bisa memperlancar mobilitas barang, orang, dan menurunkan biaya logistik,” terang Jokowi yang meresmikan tol tersebut di gerbang tol (GT) Ngemplak Km 503.

Bersamaan dengan operasionalisasi ruas tol itu, presiden meminta jajarannya memastikan agar kawasan rest area menjadi etalase produk-produk lokal dari wilayah sekitar tol.

Jokowi Minta Rest Area Tol Kartasura-Sragen Perbanyak Jual Telur AsinPresiden Joko Widodo saat berliburan di pantai. (SETPRES for Jawa Pos)

“Jangan sampai titik-titik kegiatan ekonomi itu justru diisi merek-merek asing. Harus semuanya diganti sate, soto, kambing guling, gudeg,” lanjut mantan wali kota Solo itu. Juga, produk lokal lainnya seperti telur asin, ronde, hingga produk nonpangan seperti batik. 

(byu/c10/agm)

Simak Nih! Tips dan Trik Agar KPR DP Nol Persen Disetujui

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) telah memberi kelonggaran pada Loan To Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Masyarakat bisa membeli rumah tanpa uang muka atau Down Payment (DP) alias DP nol persen untuk pembelian rumah pertama.

Mengutip situs resmi Rumah123.com, ada beberapa trik dan trip agar permohonan KPR bisa disetujui.

1. Persiapkan Rekam Jejak Kredit
Pihak bank pasti akan menelusuri rekam jejak kredit kamu selama ini.

Simak Nih! Tips dan Trik Agar KPR DP Nol Persen DisetujuiIlustrasi rumah yang dikhususkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) (Istimewa)

Sebaiknya, sebelum mengajukan KPR, jaga pola pembayaran semua tagihan kamu apakah itu tagihan kartu kredit, KTA, cicilan barang di took online, dan sebagainya. Perbaiki reputasi dan rekor pinjaman kamu dua tahun terakhir sebelum kamu mengajukan KPR.

2. Jaga Alur Rekening

Hindari terlalu sering memindahkan uang antar rekening. Pihak bank akan mempertanyakan hal itu. Meski bukan isu besar, tapi bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan akhir.

3. Pertimbangkan Besaran DP

Saat ini, pemerintah sudah melonggarkan DP, bahkan untuk pembeli rumah pertama bisa tanpa DP. Sebelumnya, berlaku aturan membayar DP 15 persen dari harga rumah.

Sebenarnya, jika memiliki uang lumayan lebih, sebaiknya maksimalkan uang mukanya karena bisa memperkecil nominal cicilan per bulannya.

4. Rekam Jejak Pekerjaan

Konsistensi dalam rekam jejak karir juga memengaruhi penilaian pihak bank. Setidaknya saat kamu mengajukan KPR, sudah bekerja selama dua tahun di sebuah perusahaan.

Konsisten kerja di satu bidang, dan mendapatkan kenaikan signifikan tentu akan berdampak penilaian positif. Sebaliknya, sering berpindah kerja dengan status karyawan yang tidak menentu, tentu akan memperkecil kemungkinan KPR disetujui

5. Konsultasi Dulu Lebih Baik

Nah, sebelum kamu benar-benar mengajukan permohonan KPR, coba diskusikan lebih dulu dengan pihak bank. Hitung dengan saksama berapa besaran DP dan cicilan per bulan yang harus kamu bayar. Jangan lupa soal tenor, Karena hal ini juga memengaruhi besaran cicilan yang harus dibayar.

(mys/JPC)

Di Balik LTV, Ini Tantangan Merealisasikan Kebutuhan Rumah Indonesia

JawaPos.com – Perbankan plat merah yang berfokus pada pembiayaan perumahan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengaku, banyak peluang dan tantangan sektor perumahan tahun ini setelah Bank Indonesia (BI) melonggarkan Loan To Value (LTV) Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Direktur Consumer Banking BTN, Budi Satria mengungkapkan, perhatian dan dukungan Pemerintah sangat tinggi.  Indonesia juga diuntungkan oleh bonus demografi yang mendorong pertumbuhan nasabah kelas menengah dan affluent.

Menurutnya, Kontribusi sektor perumahan terhadap PDB berkisar antara 2,5 persen hingga 2,8 persen. 

“Dengan kontribusi 2,8 persen di Indonesia, berarti masih banyak ruang bisnis yang bisa dikembangkan,” ujarnya seperti diberitakan Jumat (13/7).

Kemudian, Budi menuturkan, Indonesia masih memiliki kebutuhan rumah atau backlog sebesar 11,38 juta unit. Hal itu dipicu adanya kesenjangan antara kebutuhan rumah baru dengan kapasitas bangun serta masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kemudian, kata Budi, banyak juga masyarakat yang masih buta terkait manfaat bank atau unbankable. Pasalnya untuk membeli rumah bagi MBR dibutuhkan pembiayaan kredit dari perbankan.

Budi menambahkan, ketersediaan lahan pun menjadi kendala para pengembang dalam membangun unit. Selama ini, belum ada landbank yang selaras dengan stabilitas harga.

“Proses perizinan juga membutuhkan waktu yang lama,” tandasnya. 

(mys/JPC)

BRI: Relaksasi LTV Tak Buat NPL Bengkak Malah Menggiurkan

JawaPos.com – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memandang, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam melonggarkan Loan To Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak akan membuat angka Non Performing Loan (NPL) perbankan membengkak.

Direktur Consumer Banking BRI, Handayani mengaku, hingga Juni 2018 NPL KPR BRI tercatat hanya sebesar 2,7 persen angka tersebut masih dibawah angka NPL industri yang sebesar 2,8 persen.

“Kalau kita longgarkan LTV nantinya akan berikan relaksasi kebutuhan pembiayaan rumah, namun satu sisi ada konsekuensi terhadap NPL. Namun, nyatanya NPL lebih baik. Bahkan kami dibawah industri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/7).

Handayani menyebut, segmen pembeli rumah pertama untuk masyarakat Indonesia masih sangat besar. Sebab, saat ini penghasilan masyarakat relatif terbatas, sehingga sering kesulitan memenuhi DP pembelian rumah.

“Bank harus fokus menyasar segmen first-time home buyer secara serius mendalami buying behavior mereka,” tuturnya.

Handayani menjelaskan, Indonesia sendiri memiliki backlog sebesar 13,5 Juta unit rumah. Dengan asumsi rata-rata harga perumahan nasional sebesar Rp 300 Juta, maka peluang bisnis properti di Indonesia mencapai Rp 4.050 triliun atau dapat menyumbang sekitar 30 persen untuk GDP Indonesia

Sebagai informasi, acuan saat ini bisnis properti hanya menyumbang sekitar 2,79 persen atau Rp 379 triliun untuk perekonomian Indonesia. Rata-rata pertumbuhan kredit KPR BRI sendiri dalam lima tahun terakhir sebesar 19,9 persen.

Sedangkan, hingga akhir Juni 2018 tercatat outstanding segmen KPR BRI telah mencapai Rp 24,2 triliun atau tumbuh sebesar 9,02 persen dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 22,5 triliun.

(mys/JPC)

Crown Group Targetkan Proyek Waterloo Rampung di 2020

JawaPos.com – Crown Group masih terus melanjutkan ekspansi bisnis di Australia. Kali ini dengan membangun menara hunian di kawasan Wateloo, Sydney. Perusahaan ini sudah menunjuk arsitek Jepang, Kengo Kuma, yang bermitra dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects untuk mendesain hunian jangkung tersebut.

Nanti, apartemen yang berlokasi di 48 O’Dea Avenue Waterloo itu berkapasitas 384 unit apartemen ditambah fasilitas restoran, kafe, dan pertokoan.

Komisaris dan Group CEO dari Crown Group, Iwan Sunito berharap proyek tersebut bisa menjadi tambahan hunian baru berdesain modern di Green Square Sydney yang sedang berkembang. Apalagi kerjasama tiga firma arsitektur tersebut bisa memberi nilai tambah bagi proyek tersebut.

“Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya unik masing-masing, sesuai keinginan Crown Group untuk mendorong batas-batas desain,” katanya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Rabu (11/7).

Proyek ini juga akan menjadi pengembangan ketiga bagi Crown Group di Waterloo, setelah Viking by Crown Group yang sudah diselesaikan 2014 dan Waterfall by Crown Group yang diluncurkan tahun lalu.

Proyek ini bisa menciptakan 40.000 pekerjaan di arena Green Square pada 2030. Dan bisa menjadi salah satu pilihan hunian di Waterloo saat tuntas pada 2020. Selanjutnya, penjualan apartemen diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini. Crown Group baru akan mulai menerima pendaftaran dari pembeli potensial pada Juli mendatang.

(srs/JPC)

Apartemen di Ujung Jakarta Ini Dijual Rp 200 jutaan

JawaPos.com – Megakarya Propertyndo sukses memasang tiang pancang proyek hunian vertikal Ciputat Resort Apartment, yang terletak di Jalan RE Martadinata Nomor 219, Tangerang Selatan, pada 7 Juli 2018. Prosesi tersebut merupakan bagian dari loading test, penanda akan dimulainya pembangunan proyek.

Chief Executive Officer (CEO) Megakarya Propertyndo I Ketut Rai Budi Setiawan, mengungkapkan, dengan pencapaian loading test ini, Megakarya Propertyndo optimistis dapat terus maju ikut mengembangkan pasar properti di wilayah Jakarta dan sekitarnya melalui kehadiran produk-produk yang berkualitas dan terpercaya.

“Salah satu kelebihan apartemen ini adalah letaknya yang strategis. Lokasinya di tengah-tengah segi empat emas antara Bintaro Jaya, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai (BSD), dan Cinere,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (11/7).

Selain itu, harga Ciputat Resort Apartment sangat terjangkau. Hingga saat-saat terakhir penjualan tahap pertama, pihaknya menawarkan harga per unit apartemen itu Rp 200 jutaan untuk tipe studio.

“Harga itu masih terhitung murah untuk hunian vertikal di Jabodetabek. Apalagi tipe studio dan two bedrooms di kawasan Ciputat ini mudah disewakan,” ujarnya.

Berdiri di lahan seluas kurang lebih 11 ribu meter persegi, proyek bertajuk Ciputat Resort Apartment itu yang tergolong murah tersebut tetap memberikan berbagai fasilitas yang tak hanya layak, tapi juga dibutuhkan para penghuni.

“Sama seperti apartemen lain, kami punya fasilitas kolam renang, pemisahan member parkir antara penghuni dan pengunjung, lift, serta sebagainya. Namun yang membedakan adalah kami ada Baby Day Care, yakni penitipan anak untuk keluarga muda yang sibuk. Ketika pasangan keluarga muda ini keduanya bekerja, mereka tak perlu khawatir tentang anak mereka lagi,” tutur Ketut.

Ciputat Resort sendiri akan memiliki dua buah tower dengan total unit sekitar 1.500-an dengan lantai terbawah sebagai area komersial. Sedangkan kolam renang dengan konsep tropical resort tersedia di setiap towernya.

Menawarkan dua tipe, yaitu studio dan dua kamar tidur, apartemen ini juga dekat dengan bandara domestik Pondok Cabe (sekitar 1,5 km), stasiun MRT (Mass Rapid Transit) Lebak Bulus (2 km), dan rencana exit tol JORR 2. Guna lebih memudahkan mobilitas penghuni, disediakan pula shuttle bus yang menuju terminal MRT Lebak Bulus.

“Perkembangan Ciputat memang bakal pesat terkait berbagai infrastruktur yang dibangun. Apalagi, apartemen disekitar sini juga sudah Rp 300-an juta ke atas. Dari situ, Ciputat Resort menawarkan capital gain yang bisa dibilang menguntungkan,” kata Ketut.

Sebelumnya, dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kelas menengah ke bawah di daerah Jabodetabek saat ini, Megakarya Propertyndo menghadirkan hunian berharga terjangkau lewat proyek-proyeknya, yaitu Bintaro Pavilion, Jakarta Pavilion, dan Wanakerta Residence.

(srs/JPC)

Kelola Dana Tapera, BTN Siap Akuisisi Anak Usaha Manajemen Investasi

JawaPos.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap mengakuisisi anak usaha baru dalam bentuk manajemen investasi. Aksi korporasi tersebut digelar guna menggarap potensi pendanaan jangka panjang usai beroperasinya Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan dalam payung hukum terkait Tapera, entitas bank diberikan dua opsi pilihan untuk mengelola dana tersebut yakni sebagai bank kustodian atau memiliki manajemen investasi. Dari hasil kajian bisnis perseroan, lanjutnya, perseroan memutuskan untuk mengambil opsi kedua. Nantinya, entitas manajemen investasi yang akan tersebut direncanakan bakal digunakan untuk mengelola dana Tapera secara profesional dan komersial.

“Pada September tahun ini, kami akan membeli anak usaha dalam bentuk manajemen investasi. Ini sebagai salah satu langkah kami mengamankan sumber pembiayaan jangka menengah panjang termasuk yang bersumber dari Tapera,” ujar Maryono di Jakarta, Rabu (11/7).

Maryono menambahkan langkah strategis tersebut juga dilakukan melihat prospek yang semakin cerah usai relaksasi loan-to-value (LTV) di sektor perumahan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). “Kebijakan tersebut menjadi keuntungan bagi Bank BTN dengan core business pembiayaan perumahan,” kata Maryono.

Maryono juga meyakini dengan adanya relaksasi dari pemerintah tersebut, perseroan akan mampu mencapai target pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini. Apalagi, tambah dia, mulai paruh kedua tahun ini, Bank BTN sudah bisa menggunakan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Skema FLPP pada tahun ini pun dipandang akan menguntungkan posisi Bank BTN. Pasalnya, pada skema baru tersebut, sebanyak 75 persen dananya berasal dari pemerintah, sedangkan 25 persen sisanya bersumber dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Dengan penambahan fasilitas tersebut, emiten bersandi saham BBTN ini juga bisa menggunakan dua sumber pembiayaan yakni Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan FLPP.

Untuk memperkokoh sumber pembiayaan, tutur Maryono, Bank BTN juga terus berinovasi mengembangkan produk-produk low-cost fund. Di antaranya, perseroan telah menyiapkan program menarik untuk produk tabungan dan giro.

“Kami telah menyiapkan program low-cost fund yang menarik untuk mendukung rencana pembiayaan kami yang ekspansif. Semua langkah tersebut kami siapkan agar BTN tetap menjadi leader di bidang perumahan dan kami optimistis target bisnis pada tahun ini akan tercapai,” jelasnya.

Hingga Mei 2018, BBTN telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp 187,61 triliun. Posisi DPK tersebut tercatat naik 17,15 persen secara tahunan dari Rp 160,14 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan simpanan masyarakat di Bank BTN tersebut juga terpantau masih berada di atas rata-rata posisi kenaikan DPK di industri perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pertumbuhan DPK secara industri hanya naik di level 8 persen yoy pada April 2018.

Dari sisi penyaluran kredit dan pembiayaan pun, BBTN mencatatkan laju kenaikan di atas rata-rata industri perbankan di Tanah Air. Per Mei 2018, Bank BTN telah menyalurkan fungsi intermediasi senilai Rp 209,23 triliun atau tumbuh 20,58 persen yoy dari Rp 173,52 triliun. Sebaliknya, data OJK menyebutkan kredit perbankan secara nasional hanya tumbuh sebesar 9 persen yoy per April 2018.

(srs/JPC)

Status Lahan Kwarnas Untuk LRT Jabodebek Masih Belum Jelas

JawaPos.com – Lahan milik Kwartir Ranting Nasional (Kwarnas) Pramuka di Cibubur sedianya bakal digunakan demi pembangunan kereta ringan/Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Nantinya, lahan yang letaknya tak jauh dari Mall Cibubur Junction itu akan dibangun Kawasan Hunian Terintegrasi atau TOD seluas 4 hektar serta berdiri Stasiun LRT dengan luas 4.300 meter persegi.

Asal tahu saja, tanah itu dibeli oleh Kwarnas sebagai lahan partikelir artinya tak bisa digunakan untuk umum tapi juga bukan punya pemerintah. Lahan ini dibeli oleh Kwarnas tanpa menggunakan uang APBN. Untuk bisa digunakan sebagai lahan LRT, tentunya harus ada ganti rugi.

Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin menuturkan lahan kwarnas Cibubur sudah bisa dimanfaatkan untuk kontruksi LRT namun status tanahnya baru akan diputuskan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil.

“Status tanahnya nanti akan diputuskan oleh pak menteri rapat dengan menteri keuangan dan menteri ATR/BPN,” kata Arie di Kantor Menko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (11/7).

Menurut Arie, berdasarkan data ATR/Badan Pertanahan Nasional tanah yang dibeli oleh mantan Menpora era Presiden SBY, Adhyaksa Dault itu memang jelas tanah hak pakai atas Kwarnas. Adhyaksa masih menjabat sebagai Ketua Kwarnas Pramuka.

“Kalau dari ATR/BPN status tanah memang jelas itu hak pakai atas nama kwarnas kemudian (kalau) akan menjadi asetnya BUMN dan aset kementerian keuangan ya harus ditegaskan dalam bentuk SK,” ungkapnya.

Arie mengatakan dalam waktu dekat ini pemerintah akan segera mengumumkan nilai ganti ruginya. Bentuknya pun bisa melalui relokasi dan ganti rugi berupa uang. Dia mengaku saat ini pemerintah sudah menghitung berapa nilai yang cocok untuk membayar ganti rugi lahan.

Sebelumnya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault masih menunggu pemerintah untuk mengganti rugi tanah yang digunakan sebagai lahan LRT maupun TOD. Mengenai besaran nilai ganti ruginya, Adhyaksa menunjuk pemerintah untuk memutuskan. Yang jelas lahan itu merupakan lahan partikelir milik kwarnas yang memiliki hak pakai.

(uji/JPC)

Gaet Dua Investor Asal Jepang, Sentul City Bangun Apartemen Opus Park

JawaPos.com – Satu lagi proyek properti skala besar siap masuk pasar. PT Izumi Sentul Realty kini tengah mengembangkan apartemen Opus Park yang berlokasi di Central Business Distric (CBD) Kota Mandiri Sentul City, Bogor. Rencananya, di lahan seluas 1,2 hektare akan dibangun 3 tower meliputi 1.095 unit apartemen.

Apartemen Opus Park berada di dalam kawasan mixed-use yang tengah dikembangkan di CBD Sentul City seluas 7,8 hektar yang merangkum apartemen, pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, perkantoran dan hotel bintang lima dengan total luas bangunan keseluruhan mencapai 500.000 m2.

PT Izumi Sentul Realty merupakan perusahaan Joint Venture (JV) PT Sentul City Tbk. (BKSL), Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corporation dari Jepang.

“Kami mengembangkan apartemen Opus Park berkualitas Jepang yang memiliki banyak keunggulan yang kami tujukan untuk pasangan keluarga baru, business professional, dan mereka yang mencari kualitas hidup yang lebih tinggi di daerah yang masih asri,” ujar Ricky Kinanto Teh, Direktur Utama PT Izumi Sentul Realty di Jakarta, Rabu (11/7).

Untuk mempercepat pemasaran apartemen Opus Park, PT Izumi Sentul Realty menggandeng aplikasi pemasaran online pertama di Indonesia yaitu Projek dan 7 Master Franchise agen properti meliputi Century 21, ERA, Harcourts, LJ Hooker, Promex, Remax, dan Ray White.

“Kami optimistis kerja sama dengan sejumlah agen properti ini bisa mempercepat penjualan proyek apartemen Opus Park karena memiliki jaringan pemasaran yang sangat luas dan telah sukses memasarkan banyak proyek properti. Apalagi proyek ini memiliki banyak keunggulan yang akan menarik masyarakat untuk membeli maupun berinvestasi,” ujar Ricky Kinanto Teh.

Para agen pemasar optimistis dengan jaringan kantor-kantor yang mereka miliki mampu membuat apartemen Opus Park terjual habis dalam waktu singkat. “Kami menargetkan dalam 2,5 tahun kedepan keseluruhan unit apartemen Opus Park akan terjual habis (sold out),” ujar Andy K Natanael, Founder Projek dan Proviz yang bertindak sebagai konsultan pemasaran apartemen Opus Park.

Andy mengatakan, keunggulan yang dimiliki proyek apartemen Opus Park antara lain dikembangkan oleh PT Sentul City Tbk yang bekerjasama dengan perusahaan terbesar di dunia yaitu Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corporation.

“Apartemen Opus Park merupakan satu-satunya apartemen di Indonesia yang dibangun sampai hampir topping off baru dipasarkan,” kata Andy.

Saat ini pembangunan apartemen Opus Park sudah mencapai lantai 20 dengan target topping off di Bulan September 2018 dan rencananya akan mulai diserahterimakan kepada konsumen pada akhir tahun 2019.

Apartemen Opus Park dipasarkan dalam 8 type (1 Bed Room/BR, 2 BR, 2+1 BR, 3+1BR) dengan luasan mulai dari semi gross 40,54 m2 hingga 160,10 m2. Harganya mulai dari Rp790 juta hingga Rp3,1 miliar.

(nas/JPC)

Ini Saham Properti Layak Koleksi, Bila Kebijakan DP Nol Persen Moncer

JawaPos.com –Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 mendatang membebaskan aturan pembayaran down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rumah pertama melalui relaksasi kebijakan maksimum nilai kredit atau Loan To Value (LTV).

Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, meskipun kebijakan tersebut belum sepenuhnya di respons positif oleh pelaku pasar saham, namun beberapa saham properti masih berprospek bagus untuk diakumulasi beli tahun ini.

“Positifnya berkaitan dengan meningkatkan animo dalam menggunakan KPR dalam kebutuhan properti. Ada keringanannya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (8/6).

Ini Saham Properti Layak Koleksi, Bila Kebijakan DP Nol Persen MoncerIlustrasi pengembangan rumah menengah atas (DOK. MUHAMMAD ALI/JAWA POS)

Nafan merekomendasikan, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) masih memiliki prospek bagus dalam soal properti hunian.

“Daya lebih memfavoritkan BSDE dan ASRI. CTRA menarik secara teknikal dan fundamental,” imbuhnya.

Nafan menjelaskan, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) masih mempunyai lahan yang luas sekitar 1.800 hektare. Selain itu, Ciputra juga berencana mengembangkan tanah seluas 5.000 hektare melalui kerja sama operasi dengan pihak ketiga atau pemilik tanah. Dengan kerja sama itu, Ciputra tidak membutuhkan belanja modal yang besar dalam membeli lahan.

Salah satu proyek Ciputra yang diluncurkan pada 2018 adalah CitraLand City dengan pembangunan 17 apartemen untuk kelas menengah bawah. Ciputra menggandeng Gamaland Group untuk proyek yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur itu.

“CTRA juga punya recuring income yang positif. Mudah-mudahan ada ekspansi bisnis. Akan ada citra Land di Jawa timur,” tuturnya.

Selain apartemen, Ciputra juga mengembangkan CBD Cibubur. Untuk mewujudkan proyek itu, Ciputra menggandeng Subentra Land. Di dalam CBD Cibubur nantinya akan terdapat perkantoran, apartemen, hotel, pusat rekreasi, dan lain sebagainya.

Kemudian, lanjutnya, untuk PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Sama seperti Ciputra, saham BSDE cukup menarik karena land bank yang dimiliki perseroan sangat besar, hingga 5.000 hektare.

Tercatat, kinerja BSDE menonjol dari pemasaran yang cukup bagus selama tiga bulan pertama tahun ini. Perusahaan properti tersebut telah membukukan marketing sales sebesar Rp 2,52 triliun di kuartal I 2018.

Pencapaian tersebut setara dengan 35 persen dari total target perusahaan yang telah ditetapkan tahun ini yaitu sebesar Rp 7,2 triliun. Sementara dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pra penjualan BSDE kuartal I itu tumbuh signifikan sebesar 58 persen. Kuartal I 2017, perusahaan hanya mampu membukukan marketing sales Rp 1,59 triliun.

“BSDE kinerja Marketing bagus dan banyaknya landbank. Akan didorong dari sana,” imbuhnya.

Begitu pula dengan PT Alam Sutra Realty Tbk (ASRI) yang masih membukukan kinerja yang cukup baik pada kuartal pertama tahun ini. Perusahaan membukukan kinerja cukup tinggi, mencapai Rp1 triliun, atau tumbuh 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp702 miliar.

Laba bersih perseroan pada kuartal pertama tahun ini tercatat Rp299,5 miliar, tumbuh 71 persen  dibandingkan Rp178 miliar pada kuartal pertama 2017.

Perseroan memang memiliki utang obligasi yang cukup tinggi, yakni senilai USD 235 juta yang akan jatuh tempo pada 27 Maret 2020 dengan bunga 6,95 persen per tahun dan USD 245 juta pada 24 April 2022 dengan bunga 6,625 persen per tahun.

Bila dikonversi dalam rupiah, total utang tersebut mencapai Rp6,5 triliun. Ini mencapai setengah dari total liabilitas perseroan yang senilai Rp12,12 triliun per 31 Maret 2018.

“Untuk beberapa tahun kedepan masih proyek di garap. Kinerja maket sales akan positif. Memang jangka panjang,” tandasnya.

(mys/JPC)

DP Nol Persen Siap Diberlakukan, Begini Pergerakkan Saham Properti

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) per 1 Agustus 2018 mendatang membebaskan aturan pembayaran down payment (DP) atau uang muka untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Relaksasi Loan To Value (LTV) dalam bentuk pembebasan yang muka ini akan berlaku untuk pembelian rumah pertama.

Sayangnya, kebijakan tersebut belum sepenuhnya direspon positif bagi para pelaku pasar khsuunya investor saham. Tercermin, saham-saham sektor properti masih bergerak stagnan sejak kebijakan tersebut diumumkan.

Analis AAEI Reza Priyambada mengatakan, dengan nilai tukar rupiah yang saat ini masih belum menemukan titik stabilnya membuat barang-barang kebutuhan cenderung naik. Hal tersebut berimbas pada kemampuan daya beli masyarakat.

“Dengan rupiah yang kian melemah, tentunya akan membuat sejumlah barang kebutuhan naik dan berimbas pada kemampuan daya beli.. Termasuk juga daya beli properti..,” ujarnya kepada Jawapos.com, Minggu (8/6).

Menurutnya, besaran pengaruh LTV untuk sektor properti bergantung dari kemampuan data beli masyarakat. Pasalnya hal tersebut merupakan dampak langsung yang dirasakan untuk mendongkrak pembelian properti.

Beberapa saham perusahaan sektor properti kurang merespon positif kebijakan tersebut seperti, PT Modernland Realty Tbk (MDRN) yang masih stagnan di harga Rp 280 per lembar saham. Kemudian, PT Ciputra Development (CTRA) yang akhir pekan lalu turun 5 poin (0,53 persen) di harga Rp 940 per lembar saham.

Selain itu, ada PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang akhir pekan lalu juga masih turun 15 poin (1,04 persen) di harga Rp 1.430 per lembar saham. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) turun 2 poin (0,65 persen) di harga Rp 306 per lembar saham. PT Sentul City Tbk (BKSL) yang stagnan di harga Rp 100 per lembar saham.

Namun ada juga saham yang masih bergerak positif seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yg akhir pekan lalu naik 2 poin (0,55 persen) di harga Rp 366 per lembar saham. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) naik 15 poin (2,75 persen) di harga Rp 560 per lembar saham. Dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang naik 5 poin (0,61 persen) di harga Rp 830 per lembar saham.

Reza menyampaikan, kebutuhan rumah memang ada, namun mahalnya harga rumah masih menjadi pertimbang masyarkat untuk membeli rumah.

“Orang akan menilai, kebutuhan rumah memang ada tapi kalau dia mampu nya sementara sewa atau ngontrak, ya itu yang dipilih… (harga saham properti) Muaranya kan ke daya beli masyarakat.. sekarang rumah baru misalkan harga Rp900jt-1,4 M.. Di kasih keringanan KPR.. Sementara dia punya daya beli di Rp180-250jt.. Gak match laahh,” tututnya.

Reza menuturkan, dampak realisasi terhadap kebijakan tersebut akan terasa pada perusahaan properti yang berfokus pada segmen hunian menengah dan menengah kebawah.

“Akhirnya yang nikmati LTV ya.. Orang-orang yang punya uang lebih dimana dia beli rumah untuk di kontrakin lagi.. kalau (perusahaan properti) Mreka kan trgantung dari berapa banyak rumah baru yang terjual. Mungkin yang (berdampak bagus) jual segmen low to mid ya,” tandasnya.

(mys/JPC)

Daripada Bebas DP, Masyarakat Lebih Butuh Bunga Cicilan Murah

Jawapos.com – Baru-baru ini Bank Indonesia melonggarkan aturan Loan to Value (LTV) menjadi 100 persen bagi pembeli rumah pertama. Hal itu membuat pembeli rumah pertama bebas dari biaya down payment (DP) atau uang muka.

Akan tetapi, konsumen lebih banyak memilih mengkredit rumah dengan cicilan rendah alias bunga rendah, ketimbang bebas DP. Dikutip dari website Jual Beli Properti Rumah123.com, dalam risetnya belum lama ini menyatakan, dari 1.922 responden yang diminta pendapatnya, masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp 10 juta lebih mampu membayar uang muka dibandingkan yang berpenghasilan di atas Rp 10 juta.

43,62 persen konsumen yang berpenghasilan di atas Rp 10 juta mengaku tidak mampu membayar DP. Sementara itu, 43,24 persen konsumen kelompok penghasilan di bawah Rp 10 juta mengaku mampu membayar DP.

Daripada Bebas DP, Masyarakat Lebih Butuh Bunga Cicilan MurahPembangunan apartemen di wilayah Jakarta. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

General Manajer Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, orang-orang berpenghasilan di atas Rp 10 juta mengalami kesulitan mengumpulkan uang muka rumah karena terjebak pada cicilan kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Hal itu menggerus penghasilan mereka. “Janji jangan mudah tergoda dengan janji manis promo bunga nol persen (kartu kredit),” tuturnya.

Sementara, masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta punya masalah lain yang lebih besar angkanya, yakni membayar cicilan bulanan. Dari 1.922 responden di Jabodetabek, 33,33 persen masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 10 juta kesulitan membayar cicilan. Sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp 10 juta yang mengaku tak mampu bayar cicilan ada 23,34 persen. Perbedaannya sangat jauh.

Dengan data tersebut, sebut Ignatius, uang muka bukanlah isu utamanya. Hal yang menjadi poin penting sebetulnya adalah masalah besaran cicilan yang harus ditanggung oleh debitur selama belasan bahkan puluhan tahun.

Memperpanjang Jangka Waktu Angsuran

Aldi Garibaldi, Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia menuturkan, pembebasan LTV untuk kepemilikan tak akan banyak membantu pembeli apabila amortisasi atau jangka waktu angsuran tidak ditambah.

Idealnya, jangka waktu angsuran yang mesti diberikan apabila tak ada uang muka adalah 30 tahun. Hal ini juga tak akan membuat perbankan menjadi rugi. Justru cara ini dapat membuat Non Performing Loan (NPL) perbankan jadi berkurang.

“Kalau dia gak perpanjang angsuran jadi 30 tahun, maka dia (bank) akan tetap dapat NPL sebab pembeli dapat bunganya terlalu tinggi,” ujarnya Aldi di Jakarta, Rabu (4/7).

Dia meyakini jika amoritasi atau angsuran yang diperpanjang juga minim risiko. Sebab orang yang mencicil rumah dalam jangka waktu lebih panjang tidak akan kabur. Dia mencontohkan data di United Nation bahwa penyumbang kredit macet sesungguhnya bukanlah orang dengan penghasilan rendah karena mereka membeli rumah untuk dijadikan aset.

“Waktu saya ke UN dia bilang kalau orang miskin itu tidak pernah nunggak. Dibanding orang kaya, karena orang kaya tuh kadang banyak berkilah misal dia kan punya banyak bisnis yang bermitra dengan bank itu, misal kalau dia mau nunggak terus mengancan nanti saya tarik semua nih dari bank anda. Kemudian bank-nya takut. Sedangkan orang miskin gak mungkin melakukan itu karena itu akan menjadi asetnya,” terangnya.

Dia berharap adanya kebijakan pelonggaran LTV bukan hanya jadi satu-satunya cara untuk dapat mempermudah masyarakat bisa memiliki properti. Kebijakan moneter juga harus bisa menjaga suku bunga perbankan tetap terjaga.

(uji/JPC)

Kata Ekonom Soal Manfaat BI Gairahkan Sektor Properti

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) optimis dengan memberikan relaksasi pembelian rumah pertama bisa tanpa uang muka atau down payment (DP) dapat mendorong pertumbuhan sektor properti hingga 14 persen. Hal itu diamini Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira.

Tercermin dari sumbangan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 29 persen dari total kredit konsumsi atau setara Rp 422 triliun.

“Sementara dibanding total kredit memang masih dikisaran 8,7 persen,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).

Dari kontribusi tersebut, pertumbuhan sektor properti turut meningkatkan konsumsi bahan baku. “Sektor properti ini punya multiplier effect ke lebih dari 171 produk turunan contohnya Besi, aluminium, kaca, semen, dan plastik,” tambahnya.

Sementara itu dari sisi serapan tenaga kerja, sektor properti juga menyumbang kesempatan kerja yang besar. Diharapkan, dengan semakin bergairahnya sektor properti, maka peluang kerja yang diberikan juga semakin besar.

“Dari sisi serapan tenaga kerja juga cukup signifikan karenaada 7 juta orang bekerja disektor konstruksi atau 5,5 persen dari total angkatan kerja per Februari 2018 (data BPS),” tandasnya.

(hap/JPC)

Selain Tanpa DP, Ini Saran Ekonom agar Sektor Properti Laris Manis

JawaPos.com – Seiring dengan dinaikkannya suku bunga acuan pada Juni lalu sebesar 50 basis poin (bps) dari sebelumnya 4,75 persen menjadi 5,25 persen, Bank Indonesia (BI) juga membuat kebijakan pelonggaran Loan to Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nantinya, masyarakat bisa memiliki hunian pertama tanpa dikenakan uang muka atau down payment (DP).

Bank sentral melakukan kebijakan itu sebagai timbal balik atas imbas kenaikan suku bunga pada kredit kedepannya. Di sisi lain, BI juga ingin menggairahkan sektor properti.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, ada insentif lain yang perlu diberikan agar sektor properti bisa benar-benar tumbuh. Salah satunya adalah dengan memberikan kebijakan durasi tenor cicilan rumah hingga 35 tahun.

“Masalahnya meskipun DP 0 persen kalau tenor cicilan hanya 10 tahun dirasa berat dan ga banyak milenial dengan gaji rata-rata dibawah Rp 5 juta sanggup cicil KPR. Kalau tenor diperpanjang, cicilan bisa lebih ringan,” ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).

Selain itu, pemerintah daerah perlu memberi subsidi bunga dengan menyisihkan sebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, dengan memberi subsidi bunga, masyarakat tidak akan terbebani dengan cicilannya.

“Setiap daerah punya tanggung jawab menyediakan rumah yang layak dan terjangkau. Bunga KPR diatas 10 persen kalau pemda bisa bantu subsidi 2 persen fix rate sampai cicilan selesai tentu sangat membantu,” tandasnya.

(hap/JPC)

Apa Kabar Rumah Murah Untuk PNS, TNI dan Polri?

JawaPos.com – Beberapa waktu lalu pemerintah memunculkan wacana untuk menyediakan rumah tanpa DP bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri. Sampai saat ini terdapat 945 ribu ASN, 275 ribu TNI, dan 360 ribu anggota Polri yang belum memiliki rumah.

Lama tidak terdengar, bagaimana kelanjutan dari wacana tersebut?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, program tersebut sudah jalan sejak Juni lalu. Sejumlah kementerian, lembaga serta pemerintah daerah telah menjalankan program tersebut.

“Sudah jalan terus di kita, di kementerian lain juga sudah jalan. Artinya itu kan b to b (bussines to bussines). Kita kan kementerian dan lembaga, terus ada juga pemda yang sudah mulai,” ujarnya kepada JawaPos.com di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/7).

Dalam program ini dijelaskan, mereka para aparatur sipil negara dibebaskan memilih rumah dengan diberikan fasilitas kredit oleh pemerintah. Artinya, fasilitas yang diberikan merupakan Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau fasilitas kredit tanpa membebankan calon nasabah untuk mempersiapkan suatu aset untuk dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut.

Dengan begitu, tidak adanya jaminan yang harus diberikan Anda untuk menjamin pinjaman tersebut.

“Kalau kita DP 0 persen karena yang digunakan bukan KPR, tapi kredit tanpa agunan (KTA) memang. Kredit multiguna yang memang DPnya dari dulu 0 persen,” jelas dia.

“Kedua karena ada jaminan terhadap payrollnya, jadi yang boleh minjem pegawa negeri, kan mereka ada gajinya setiap bulan sehingga bank bisa memotong langsung. Itu menjadi jaminan untuk banknya,” tandasnya.

(hap/JPC)

Pengembang Sesuaikan Strategi Bisnis Dengan Adanya Program LTV

JawaPos.com – Program relaksasasi loan to value (LTV) yang ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) diharapkan para pengembang dapat mendongkrak penjualan properti. Pasalnya, tahun politik yang berlangsung selama ini berdampak pada penjualan properti. Baik di sektor subsidi maupun nonsubsidi.

Permata Graha Land (PGL), salah satu pengembang properti nonsubsidi pun mencoba mengadu peruntungan dengan program LTV. CEO PGL Frendcis Halim mengungkapkan, untuk menghadapi kelesuan properti di tahun politik, pihaknya berharap bisa mendapatkan peningkatan penjualan dari program relaksasi LTV. Program itu diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap stategis bisnis.

“Kebijakan tersebut dapat menstiumulus konsumen untuk membeli produk properti pada tahun pemilik. Kami mencoba menangkap peluang” ucap Frendcis kepada JawaPos.com, Sabtu (7/7).

Sebagaimana diketahui sebelumnya BI mengkaji untuk melonggarkan uang muka hingga 0 persen bagi pembelian rumah pertama. Hal tersebut masuk dalam kebijakan pelonggaran loan to value (LTV).

Sementara itu, selama ini PGL merupakan pengembang yang bermain di pasar properti komersial. Pengembang ini umumnya mengambil lokasi propertinya di kawasan elite, seperti Kelapa Gading, Jakarta.

Baru-baru ini pengembang ini baru saja memasarkan Cluster Woodland di Perumahan Cluster Woodland di Permata Gading Residence. Untuk tahap 1 sudah terjual 70 persen. “Salah satu inovasi pada proyek Permata Gading Residence, sebuah hunian terjangkau di kawasan elite Kelapa Gading,” imbuh Frendcis.

“Salah satu inovasi pada proyek Permata Gading Residence, sebuah hunian terjangkau di kawasan elite Kelapa Gading,” sebut Frendcis.

(iil/JPC)

DP Rumah Nol Rupiah Tak Solutif Tanpa Perpanjangan Waktu Angsuran

JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) resmi membebaskan biaya uang muka atau down payment (DP) untuk kepemilikan properti bagi pembeli pertama. Tapi, jangan senang dulu. Pasalnya, kebijakan itu akan berdampak pada tingginya beban cicilan yang harus dibayar oleh pembeli per bulan.

Mengapa demikian? Itu lantaran jangka waktu angsuran yang tetap alias tidak bertambah. Untuk rumah nonsubsidi jangka waktunya 10 hingga 15 tahun, sedangkan FLPP jangka waktunya bisa sampai 20 tahun. Belum lagi untuk pembelian rumah nonsubsidi pembeli harus siap-siap menanggung suku bunga floating yang berubah mengikuti ketentuan BI rate.

Lalu apa solusinya? Aldi Garibaldi Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia menuturkan pembebasan LTV untuk kepemilikan tak akan banyak membantu pembeli apabila amortisasi atau jangka waktu angsuran tidak ditambah.

DP Rumah Nol Rupiah Tak Solutif Tanpa Perpanjangan Waktu AngsuranIlustrasi pembangunan rumah menengah bawah (Istimewa)

Idealnya, jangka waktu angsuran yang mesti diberikan apabila tak ada uang muka adalah 30 tahun. Hal ini juga tak akan membuat perbankan merugi. Justru cara ini dapat membuat Non Performing Loan (NPL) perbankan jadi berkurang.

“Kalau dia nggak perpanjang angsuran ke 30 tahun maka dia akan tetap dapat NPL sebab pembeli dapat bunganya terlalu tinggi,” ujarnya Aldi di Jakarta, Rabu (4/7).

Ia juga meyakini jika amoritasi atau angsuran yang diperpanjang juga minim risiko. Sebab orang yang mencicil rumah dalam jangka waktu lebih panjang tidak akan kabur. Berdasarkan kunjungan yang ia lakukan ke United Nation beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa penyumbang kredit macet sesungguhnya bukanlah orang dengan penghasilan rendah karena mereka membeli rumah untuk dijadikan aset.

“Waktu saya ke UN dia bilang kalau orang miskin itu tidak pernah nunggak. Dibanding orang kaya, karena orang kaya tuh kadang banyak berkilah misal dia kan punya banyak bisnis yang bermitra dengan bank itu, misal kalau dia mau nunggak terus mengancam nanti saya tarik semua nih dari bank Anda. Kemudian banknya takut. Sedangkan orang miskin nggak mungkin melakukan itu karena itu akan menjadi asetnya,” terangnya.

Dia berharap adanya kebijakan pelonggaran LTV bukan hanya jadi satu-satunya cara untuk dapat mempermudah masyarakat bisa memiliki properti. Kebijakan moneter juga harus bisa menjaga suku bunga perbankan tetap terjaga.

(ce1/uji/JPC)

Pengamat: Relaksasi LTV Tak Banyak Bantu Penjualan Sektor Apartemen

Jawapos.com – Bank Indonesia (BI) berencana menerbitkan pelonggaran kebijakan relaksasi Loan To Value (LTV) dengan kebijakan uang muka nol persen untuk pembelian rumah pertama. Artinya, konsumen pembeli rumah pertama dimungkinkan tanpa menggunakan uang muka.

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa pelonggaran LTV tak memberi pengaruh yang signifikan khususnya pada penjualan apartemen. Sebab, isu down payment atau uang muka hanya berkontribusi dua persen terhadap permasalahan kepemilikan apartemen.

Sebelum revisi peraturan LTV ini, BI mengatur besaran kredit pembelian rumah tahap pertama yang luasnya di atas 70 meter persegi adalah 85 persen dari total harga rumah.

Pengamat: Relaksasi LTV Tak Banyak Bantu Penjualan Sektor Apartemen

Sehingga pembeli harus menanggung uang muka diawal sebesar 15 persen. Setelah pelonggaran LTV ini, BI meniadakan atau menghapus syarat besaran LTV yang diberikan bank kepada nasabah untuk rumah pertama. Sedangkan untuk pembelian rumah kedua dan ketiga tetap diterapkan ketentuan DP sebesar 10-20 persen, kecuali untuk tipe rumah berukuran 21 meter persegi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Colliers Indonesia, sebetulnya kebijakan pelonggaran LTV ini tidak terlalu signifikan khususnya untuk pembelian apartemen. Sebab kebanyakan orang membeli apartemen masih menggunakan cicilan tunai.

“Dana perbankan belum banyak. Walaupun pada saat itu sudah dilakukan relaksasi LTV,” kata Ferry di Jakarta, Rabu (4/7).

Ferry bilang apabila uang muka dihilangkan maka problem lainnya adalah bunga yang tinggi. Pelonggaran LTV ini mungkin saja naik diawal tetapi menjadi beban saat pembeli akan membayar cicilan tiap bulannya. “LTV itu baik diawal tapi jadi beban saat bayar cicilan. Cicilan pendek dan suku bunga yang tinggi,” terangnya.

Justru yang harusnya menjadi konsentrasi utama adalah bagaimana bank bisa menjaga suku bunga kredit, kebijakan pajak, hingga masalah perijinan. Hal ini ia lakukan terhadap pembelian properti tahun lalu. Ferry mengatakan hasil survei itu cocok dengan apa yang juga menjadi temuan Real Estate Indonesia (REI).

“Relaksasi LTV masih belum mendorong orang untuk beli properti lebih mudah,” tuturnya.

Namun begitu, lanjut dia, pelonggaran LTV yang dilakukan ditengah lesunya pertumbuhan sektor apartemen disebut bisa menjadi sentimen positif. Setidaknya, apabila pelonggaran LTV ini bisa diintegrasikan dengan kebijakan lain maka ini bisa jadi ‘concern’ para pengembang terutama soal perijinan.

(uji/JPC)