Honda Brio Bertransmisi Manual Digemari, Alasannya Unik

Liputan6.com, Denpasar – All new Honda Brio yang diluncurkan beberapa waktu lalu ditargetkan akan menyumbangkan penjualan sebanyak 4.000 unit per bulannya. Angka tersebut di luar dari rencana ekspor yang masuk ke dalam agenda PT Honda Prospect Motor.

Hadir dalam 5 varian, all new Honda Brio ditawarkan dengan harga yang beragam. Berdasarkan situs resmi HPM, varian terendah all new Honda Brio dibanderol Rp139 juta. Sementara itu, varian tertingginya, all new Honda Brio RS CVT, dijual seharga Rp190 juta.

Menurut Jonfis Fandy, Marketing & After Sales Service Director, konsumen all new Honda Brio memiliki karakter tersendiri. “Sampai saat ini, komposisi penjualan RS sebesar 35 persen dan sisanya adalah Satya. Namun angka tersebut masih bisa berubah.”

Menariknya, meski transmisi manual dianggap kurang praktis dibanding otomatis, pada kenyataannya rasio penjualan Honda Brio bertransmisi manual dan otomatis adalah 50:50. Yang artinya, bisa diasumsikan jumlah Brio bertransmisi manual dan otomatis yang dipesan sama banyaknya.

“Mengapa manual masih digemari, ya bisa karena saat pertama kali belajar menyetir mobil menggunakan transmisi manual. Mungkin saja bapaknya yang mengajarkan atau sopirnya yang mengajarkan pakai transmisi manual. Namun, seiring berjalannya waktu akan beralih ke matik,” ungkap Jonfis.

Untuk di Jakarta sendiri, pemesanan Honda Brio berkisar 32 – 35 persen. Sedangkan di kota besar lainnya seperti Surabaya berada di angka 12-16 persen.