Cuci Tangan Pakai Sabun Efektif Memutus Penyebaran Infeksi oleh Kuman

loading…

Cuci tangan pakai sabun terbukti mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh bakteri secara signifikan. / Foto: istimewa

JAKARTA – Memperingati “Global Handwashing Day” (GHD) atau hari cuci tangan sedunia yang jatuh setiap 15 Oktober, Lifebuoy melalui gerakan Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman mengajak masyarakat Indonesia untuk mengedepankan kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai tindakan nyata dalam membebaskan diri dari kuman penyebab infeksi.

Lifebuoy berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pilar ketiga yaitu kesehatan dan kesejahteraan sebagai syarat utama pembangunan yang berkelanjutan. SDGs merupakan gerakan global yang dicanangkan oleh United Nations Development Programme untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia melalui 17 pilar utama.

“Kami secara konsisten mendukung Kementerian Kesehatan RI dalam mensosialisasikan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama melalui edukasi kebiasaan CTPS. Dengan demikian anggota keluarga dapat menolong keluarganya berperan kegiatan masyarakat,” terang Head of Marketing Skin Cleansing & Baby Care PT Unilever Indonesia Tbk, Arya Bahupringga saat peluncuran gerakan Gabung Aksi Indonesia Merdeka dari Kuman di SDN Rawa Barat 05, Jakarta, Senin (15/10).

“Hingga saat ini kami telah menjangkau lebih dari 23,8 juta anak sekolah dasar, 71,7 juta ibu beserta anggota keluarganya dan 1.000 rumah sakit di seluruh Indonesia. Di tahun 2020 nanti, kami memiliki target mencapai 100 juta tangan sehat Indonesia sebagai bagian dari program Unilever Sustainable Living Plan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan 1 miliar orang pada 2020 secara global,” tambahnya.

Kasubdit Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Direktorat Kesehatan Keluarga, drg. Wara Pertiwi O, MA menjelaskan bahwa CTPS merupakan kebiasaan yang mampu secara efektif memutus mata rantai penyebaran infeksi yang disebabkan oleh kuman. Bahkan, CTPS terbukti mampu menekan angka kematian yang disebabkan oleh bakteri secara signifikan.

“Tangan merupakan media utama penyebaran penyakit. Belum lagi bakteri resisten. Cuci tangan pakai sabun cara mudah, efektif, sederhana untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan jiwa memutus mata rantai kuman. Cuci tangan pakai sabun harus menjadi sebuah kebiasaan, ini sangat penting untuk kesehatan masyarakat kita. Apalagi ada data, masyarakat di atas 10 tahun punya kebiasaan cuci tangan dibawah 5 persen,” jelas drg. Wara.

Arya menambahkan, mengingat pentingnya CTPS, Lifebuoy juga menggelar edukasi dan pembangunan sarana CTPS secara serentak di 16 sekolah dasar di 16 provinsi di Indonesia hingga membuat tagar khusus yaitu #GabungAksiCuciTangan yang dapat dipergunakan semua orang untuk menunjukkan dukungan mereka.

“Kita mengajak sekolah, rumah sakit dan para ibu di seluruh Indonesia untuk berbagi cara inspiratif dalam melakukan edukasi CTPS di lingkungannya masing-masing. Bekerjasama Indorelawan untuk memberikan edukasi ke 16 sekolah dasar tersebut. Di tiap sekolah sebanyak 20-30 relawan,” tutup Arya.

(nug)