160 Pelajar RI Menyeberang ke Yaman dengan Perasaan Gembira

Jakarta – Ratusan pelajar Indonesia yang sempat tertahan di Oman kini telah berhasil menyeberang ke Yaman. Mereka menyeberang dalam kondisi sehat dan gembira.

“Sekarang pada gembira karena akhirnya setelah berhari-hari terkatung-katung di jalan, kini bisa masuk ke Yaman,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Yaman, Izzuddin Mufian Munawwar, kepada detikcom, Kamis (11/10/2018).

Semula, mereka bertahan di Salalah, Oman, karena ditolak masuk ke Yaman oleh otoritas Oman. Ada perbedaan pendapat soal ini. Pihak PPI menyatakan Oman tidak melarang masuk melainkan hanya butuh surat rekomendasi dari KBRI supaya para pelajar ini bisa masuk ke Yaman. Namun pihak Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Oman-lah yang melarang warga negara asing masuk ke Yaman.


Berdasarkan keterangan pers dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika, mereka mulai meninggalkan tempat bertahannya di Oman pukul pada Rabu (10/10) pukul 02.40 dini hari waktu setempat. Mereka melaju menuju perbatasan Oman-Yaman.

“Tadi pagi jam 09.00 sudah masuk border (perbatasan) Yaman,” kata Izzuddin.

(dnu/dnu)