2 Nelayan RI Diculik di Sabah, Polri Minta Malaysia Tanggung Jawab

Jakarta – Polri mengatakan Malaysia bertanggungjawab atas penculikan dua nelayan Indonesia oleh kelompok bersenjata. Dua nelayan itu diketahui bekerja di kapal milik warga Malaysia.

“Kami minta Malaysia bertanggungjawab karena pemilik kapalnya milik Malaysia. Mereka hanya bekerja sebagai kepala kapal. Itu kapal nelayan gede,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Jumat (14/9/2018).

Setyo menuturkan pihaknya belum mendapat kepastian identitas kelompok bersenjata yang melakukan penculikan tersebut. “Belum jelas siapa yang nyulik,” tambah dia.


Setyo menjelaskan Malaysia wajib bertanggungjawab karena kedua nelayan karena resiko terburuk dari penculikan ini adalah masalah nyawa. Kedua, karena kedua nelayan adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) resmi yang bekerja untuk warganya.

“Pertama ini upaya perlindungan WNI di luar negeri. Walaupun seorang tapi ini nyawa nggak boleh dibiarkan. Kedua karena WNI bekerja di Malaysia resmi, harusnya dilindungi. Jadi Malaysia harus bertanggung jawab,” terang dia.

Setyo menuturkan kedua nelayan itu menjabat sebagai kepala kapal dan wakil kepala kapal sehingga kelompok bersenjata menculiknya. “Mereka itu kepala dan wakilnya,” imbuh dia.

Penculikan dua nelayan WNI dilakukan oleh kelompok bersenjata di Perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia, pada Selasa (11/9), sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Dua nelayan tersebut bekerja di kapal Dwi Jaya I yang berbendera Malaysia.
(aud/dkp)